Al-Asma' Al-Majrurah - Afdhol Abdul Hanaf
Headlines News :

Perhatian

makalah ini hanya sebagai panduan kawan-kawan dalam membuat makalah. sebisa mungkin untuk tidak copy paste. terimakasih
Home » » Al-Asma' Al-Majrurah

Al-Asma' Al-Majrurah

Written By Afdhol Abdul Hanaf on Kamis, 22 September 2011 | Kamis, September 22, 2011

AL-ASMA’ AL-MAJRURAH
Oleh: Afdhol Abdul Hanaf, dkk


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur dengan hati dan pikiran yang tulus kehadirat Allah SWT, karena berkat nikmat, ma’unah dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik tanpa ada halangan apapun.
Shalawat dan salam dihaturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang setia mengorbankan jiwa raga dan lainnya untuk tegaknya syi’ar islam, yang pengaruh dan manfaatnya hingga kini masih terasa.
Selanjutnya makalah ini disusun dalam rangka untuk menambah wawasan bagi pembaca untuk lebih mengenal dan memahami bahasa arab, khususnya tentang al-asma’ al-majrurah. Terlepas dari itu makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Umum dengan dosen pengampu Drs. Mujahid M. Ag.
Disadari bahwa tulisan ini masih banyak memiliki kekurangan, baik dari segi isinya, bahasa, analisis, dan lain sebagainya. Untuk ini, saran dan kritik pembaca dengan senang hati akan penulis terima, diiringi ucapan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Yogyakarta, 13 April 2011


Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ...........................................................................................................1
C. Tujuan ............................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian ....................................................................................................................... 2
B. Macam-Macam Isim Majrur ............................................................................................2
C. Isim-Isim yang Mengikuti Isim-Isim Majrur ...................................................................5
BAB III PENUTUP ............................................................................................................  7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 8



BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur'an, dan bahasa yang digunakan oleh Rasulullah dalam menjelaskan isi kandungan Al-Qur’an –kitab suci kaum Muslimin. Sehingga Bahasa Arab menjadi bahasa yang akan tetap ada dan tidak akan pernah hilang dari belahan dunia. Inilah yang menjaga bahasa Arab menjadi bahasa utama hingga lebih dari 1400 tahun peradaban Islam. Mengenai keterjagaan Al-Qur’an, yang secara otomatis juga keterjagaan Bahasa Arab, Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku yang menurunkan adz-Dzikra (al-Qur’an) dan Aku lah yang akan menjaganya.” Orang yang ingin menafsirkan Al-Qur’an maka ia juga harus bisa belajar bahasa arab. Oleh karena itu bahasa arab sangat penting untuk dipelajari. Ketika belajar bahasa arab, maka juga harus belajar dan mengerti tentang Al-Asma’ Al-Majrurah. Al-Asma’ Al-Majrurah sangat penting untuk dipelajari karena digunakan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar karena Al-Asma’ Al-Majrurah ini sangat menentukan harakat atau pembacaan Al-Qur’an.. Al-Asma’ Al-Majrurah sering juga disebut dengan isim majrur. Isim majrur adalah isim yang dijarrkan sehingga selalu dibaca kasrah.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Al-Asma’ Al-Majrurah?
2. Apa saja yang mempengaruhi isim itu di jarrkan?
C. TUJUAN
1. Mengetahui apa itu Al-Asma’ Al-Majrurah
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi suatu isim dijarrkan



BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Isim majrur adalah isim-isim yang ber-i’rob jar. Jama’ dari majrur adalah majruroot. Isim yang terkena I’rab Jarr atau isim yang di jar kan disebut Isim Majrur, sehingga isim majrur selalu di baca kasrah.

B. Macam-Macam Isim Majrur.
Isim majrur (al-asma’ al-majrurah) terdiri dari :
a. Isim yang ada huruf jarrnya (سبقه حرف جر)
Huruf jarr adalah huruf yang meng-jarr-kan kata setelahnya. Kata yang terletak setelah Bhuruf jarr adalah isim (kata benda). Kata isim yang terletak setelah huruf jarr harus berharakat kasrah atau berakhiran ya’nun1.(ين)
Huruf jarr terdiri dari beberapa huruf2, yaitu :
1. مِنْ (dari)
Contoh :
saya pulang dari masjid اَرْجِعُ مِنَ الْمَسْجِدِ
Jika kata yang terletak setelah من (dari) berupa isim yang tidak disertai al, maka من dibaca مِنْ. (min/nun disukun). Tetapi jika berupa isim yang disertai al, maka من dibaca مِنَ (mina/nun difathah)
2. إِلَى (ke/kepada)
Contoh :
Saya berangkat ke sekolah أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ
3. لِ (milik/terhadap/karena)
Contoh :
Polpen itu milik zaid الْقَلَمُ لِزَيْدِ

4. عَنْ (dari)
Contoh :
Saya telah melempar anak panah dari busur رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ الْقَوْسِ
Jika kata yang terletak setelag عن (dari) berupa isim yang tidak disertai al maka عن dibaca عَنْ (‘an/nun disukun). Tetapi jika berupa isim yang disertai al maka عن dibaca عَنِ (‘ani/nun dikasrah)
5. عَلَى (atas/di atas)
Contoh :
Buku itu di atas meja الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ
6. كَ (seperti)
Contoh :
Nabi Muhammad SAW seperti bulan purnama مُحَمَّدُ كَالْبَدْرِ
7. فِيْ (di/di dalam)
Contoh :
Para siswa berada di dalam kelas التَّلَامِيْذُ فِيْ الْفَصْلِ
8. بِ (dengan/sebab)
Contoh :
Saya menulis pelajaran dengan polpen. كَتَبْتُ الدَّرْسَ بِالْقَلَمِ
9. مُذْ (sejak)
Contoh :
Saya tidak melihatmu sejak hari Jum’at مَارَأَيْتُكَ مُذْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
10. مُنْذُ (sejak)
Contoh :
Saya tidak melihatmu sejak hari jum’at مَارَأَيْتُكَ مُنْذْ يَوْمِ الْجْمُعَةِ
11. رُبَّ (sedikit/banyak)
Contoh :
رُبَّ قَارِءِ لِلْقُرْاَنِ وَالْقُرْاَنُيَلْعَنُهُ
Banyak orang yang membaca Al-qur’an tetapi AL-Qur’an itu malah melaknatinya
12. حَتَّى (sampai/hingga)
Contoh :
سَلَامٌ هِيَ حَتَّ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ( القدر : ه )
Artinya : “malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 5)
13. تَ / بِ / تَ (demi)
Contoh :
بِاللَّهِ / وَاللَّهِ / تَاللَّهِ لأَصُوْمُ مَنَّ غَدًا
Demi allah, besok saya akan berpuasa.

14. حَاشَا / عَدَا / خَلَا (selain)
Contoh :
دَخَلَ التَّلَامِيْذُ الْفَصْلَ حَاشَا / عَدَا / خَلَا زَيْدً
Semua siswa telah masuk kelas selain zaid. 3

b. Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. (مضاف إليه)

Isim yang berkedudukan sebagai mudhaf ilaih Contohnya yaitu:
a. اشتريتُ خاَتِمَ حديدٍ (Isytaroitu khotima hadiidin) = Saya membeli cincin besi.
Kata حديدٍ (= besi) merupakan mudhof ilaih, karena disandarkan kepada خاَتِمَ (= cincin) yang maknanya cincin yang terbuat dari besi.
b. رَسُوْلُ اللهِ (=Rasul Allah) –> رَسُوْلُ [Mudhaf], اللهِ [Mudhaf Ilaih]
c. أَهْلُ الْكِتَابِ (=ahlul kitab) –> أَهْلُ [Mudhaf], الْكِتَابِ [Mudhaf Ilaih]

Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) bisa dalam bentuk Marfu’, Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam kalimat. Perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
= berkata Rasul Allah
أُحِبُّ رَسُوْلَ اللهِ
= saya mencintai Rasul Allah
نُؤْمِنُ بِرَسُوْلِ اللهِ
= kami beriman kepada Rasul Allah

Dalam contoh-contoh di atas, Isim رَسُوْل merupakan Mudhaf dan bentuknya bisa Marfu’ (contoh pertama), Manshub (contoh kedua) maupun Majrur (contoh ketiga). Adapun kata الله sebagai Mudhaf Ilaih selalu dalam bentuk Majrur.4

1. Termasuk dalam Mudhaf Ilaih adalah Isim yang mengikuti Zharaf.

يَجْلِسُوْنَ أَمَامَ الْبَيْتِ
= mereka duduk-duduk di depan rumah
أَقُوْمُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
= aku berdiri di bawah pohon

Dalam contoh di atas, Isim الْبَيْتِ (=rumah) dan Isim الشَّجَرَةِ (=pohon) adalah Isim Majrur dengan tanda Kasrah karena terletak sesudah Zharaf أَمَامَ (=di depan) dan تَحْتَ (=di bawah). Dalam hal ini, kedua Zharaf tersebut merupakan Mudhaf sedang Isim yang mengikutinya merupakan Mudhaf Ilaih.5

C. Isim-Isim Yang Mengikuti Isim-Isim Majrur
Yang dimaksudkan dengan tawa-bi’ pada isim-ism yang majrur, ialah isim-isim yang mengikuti kedua isim majrur di atas.
Macam tawabi pada isim yang majrur.
Macamnya sama dengan tawabi pada isim-isim yang marfu’ dan mansub yaitu ada lima yaitu na’at taukid, badal, athaf bayan, dan ma’thuf. Karena sama dengan yang terdahulu, maka pada pembahasan disini kami hanya mengemukakan satu dua contoh saja bagi setiap macam.
a) Naat
1. Pergilah kepada orang-orang yang saleh itu = اَذْهَبُ اِلَى الرَّجُلِ الصّا لح
2. Kitab-kitab mahasiswa yang rajin banyak = كتب الطا لب المجتهد كَثِيْعَةٌ

b) Ta’kid/tauhid.
Contoh :
1. Saya mendatangi mereka saja = جِئْتُ اِلَى التَّلَا مِيْذِ اَنْفُسِهِمْ
2. Saya berbakti kepada orang tua kedua-duanya=بَرَرْتُ بِا الْوَالِدَيْنِ كَلِيْهِمَا
c) Badal.
1. Badal mutha-biq.
Contoh :
a. Sungguh akan kami tarik ubun-ubunnya =لَنَسْفَعًا بِا لنّا صِيَة نَا صِيَةٍ
b. Ubun-ubun orang yang dusta lagi salah =كَا ذِبَةٍخَاطِئَةٍ
c. Puji-pujian hanya bagi Tuhan semesta alam =اَلْحَمْدُلِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ
2. Badal ba’di min kul.
Contoh :
a. Islam dibina atas lima dasar, syahadat =بُنِىَ الْا سْلَامُ عَلُى خَمْسٍ شَهَا دَةٌ
b. Mereka bertanya tentang bulan-bulan haram berperang di dalamnya = يَسْأَ لُوْ نَكَ عَنِ السَّهْرالْحَرَام قِتَالٌ فِيْهِ
3. Badal Isytimal
Contoh :
Mengagumkan saya si Ali, akhlaknya yang mulia itu = اَعْخَبَنِىْ عَلِىٌّ خُلُقُهُ اَلْكَرِيْمٌ
4. Badal muba-yin
Contoh :
Saya pergi ke masjid sekolah = خِئْتُ اِلَى الْمَسْخِدِالْمَدْرَسَةِ 6



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Isim majrur adalah isim-isim yang ber-i’rob jar. Jama’ dari majrur adalah majruroot. Isim yang terkena I’rab Jarr atau isim yang di jar kan disebut Isim Majrur, sehingga isim majrur selalu di baca kasrah. Macam-macam isim majrur yaitu :
a. Isim yang ada huruf jarrnya (سبقه حرف جر), terdiri dari مِنْ (dari), إِلَى (ke/kepada), لِ (milik/terhadap/karena), عَنْ (dari), عَلَى (atas/di atas), كَ (seperti), فِيْ (di/di dalam), dan lain-lain.
b. Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. (مضاف إليه)
Termasuk dalam Mudhaf Ilaih adalah Isim yang mengikuti Zharaf



DAFTAR PUSTAKA
Basith, Abdul. 2009. Ilmu Nahwu. Yogyakarta : Madrasah Diniyah PP. Wahid Hasyim.
http://subpokbarab.wordpress.com/lesson/isim-majrur/.
http://www.freewebs.com/arabindo/w08.htm.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Blogger Template Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Afdhol Abdul Hanaf - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger