Pengembangan Kurikulum - Afdhol Abdul Hanaf
Headlines News :

Perhatian

makalah ini hanya sebagai panduan kawan-kawan dalam membuat makalah. sebisa mungkin untuk tidak copy paste. terimakasih
Home » » Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum

Written By Afdhol Abdul Hanaf on Kamis, 22 September 2011 | Kamis, September 22, 2011

PENGEMBANGAN KURIKULUM
Oleh: Afdhol Abdul Hanaf, dkk

KURIKULUM 1975

LATAR BELAKANG
Sampai pada tahun 1975, sekolah-sekolah di indonesia memberlakukan berbagai macam kurikulum diantaranya:
1. SD : Kurikulum 1968, kurikulum PKPM (Proyek Pembaharuan Kurikulum dan Metode Pembelajaran), Kurikulum menurut sistematika buku-buku pelajaran oleh proyek pengadaan buku SD
2. SMP : Kurikulum 1968, kurikulum menurut sistematika buku-buku pelajaran hasil proyek pengadaan buku SMP
3. SMA : Kurikulum 1968, kurikulum menurut sistematika buku-buku pelajaran hasil proyek pengadaan buku SMA.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan kurikulum:
a. Munculnya gagasan baru tentang sistem pendidikan nasional
b. Inovasi pembelajaran yang efektif dan efisien telah memasuki indonesia
c. Keluhan masyarakat tentang mutu lulusan pendidikan.

Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah serangkaian ketentuan dan pedoman dalam pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan tertentu.
A. PEMBERLAKUAN KURIKULUM 1975
Berlaku mlai tahun 1975 bagi sekolah yang telah mampu, yang lainnya 1976.
B. CIRI-CIRI KURIKULUM 1975
a. Berorientasi pada tujuan.
b. Menganut pendekatan yang integratif
c. Adanya hubungan antara Pendidikan Moral Pancasila dengan IPS dan Agama
d. Efektif dan evisien
e. Menggunakan teknik penyusunan program pengajaran PPSI
f. Sistem evaluasi dilakukan pada satuan pembelajaran terkecil dan tetap memperhitungkan pada satuan akhir pembelajaran.
C. PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional).
Langkah-langkah pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai sistem untuk mencapai tujuan yang ditargetkan secara efektif dan evisien.
Langkah-langkahnya:
a. Perumusan TIK ( Tujuan Instruksional Khusus )
b. Penyusunan alat evaluasi
c. Penentuan kegiatan belajar dan materi
d. Perencanaan pprogram keegiatan
e. Pelaksanaan program
D. MODUL (paket pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif sesuai kecepatan masing-masing)
Unsur-unsur modul:
a. Rumusan tujuan khusus
b. Petunjuk untuk guru
c. Lembar kegiatan siswa
d. Kunci dan Lembar kerja
e. Kunci dan Lembaran evaluasi

E. PENGAJARAN MODUL
a. Didasarkan pada modul
b. Tujuan : Memberi kesempatan peserta didik dalam belajar sesuai kecepatan
c. Problem bagi siswa : Model pendengar, guru sumber belajar utama
d. Problem bagi guru : varian cara belajar siswa, gengsi.

F. SATUAN PELAJARAN : IMPLEMENTASI
a. Peserta didik memiliki apresiasi dengan materi yang hendak dipelajari
b. Dilakukan pre test sebagai pencarian informasi tentang peserta didik
c. Aspek utama : Bahan, waktu belajar dan urutan.

G. CARA MENYUSUN UNIT LESSON
a. Merumuskan tujuan
b. Menyusun Rasionalisasi
c. Merumuskan kegiatan-kegiatan
d. Menyusun post test
e. Menyiapkan sumber (pesan, bahan cetak, elektronik

KURIKULUM 1984
Hal-hal baru
a. Intensifikasi peranan materi kurikulum lokal
b. Masuknya beberapa mata pelajaran baru (PSPB)
c. Pendekatan pembeajaran: otoaktivitas, Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
d. Sistem kredit
e. Program A (Fisika, Biologi, Sosial, Budaya, Agama)
Kebijakan Pokok Dikdasmen
Kebijakan dan Realisasi
a. Pembudayaan hidup sesuai pancasila.
b. Peningkatan kemampuan dan kecerdasan.
c. Peningkatan relevansi pendidikan dengan IPTEK.
d. Peningkatan efisiensi dan efektifitas.
Penerapan Praktis : SMP sebagai contoh
Kurikulum 84 merupakan penyederhanaan dari kurikulum 75.
Intensifikasi peranan materi muatan lokal (kesenian, bahasa daerah, ketrampilan).
Tujuan:
Siswa menjadi manusia pembangunan.
Bekal ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Bekal dasar hidup bermasyarakat.
MUATAN LOKAL
a. Definisi : program pendidikan yang isi dan media penyampaian dikaitkan dengan lingkungan sosial, budaya, alam, dan kebutuhan daerah
b. Mulok wajib diikuti oleh siswa di daerah tersebut.
c. Sifat : memperluas tujuan pendidikan yang telah digariskan.
d. Syarat-syarat :
Kekhasan lingkungan.
Menunjang kepentingan nasional.
Sesuai minat, sikap, dan kemampuan peserta didik.
Didukung oleh pemerintah pusat dan masyarakat.
Tersedia tenaga pelaksana dan sumber.
Dapat dilaksanakan dan dikembangkan.
Selaras dengan kemajuan dan inovasi pendidikan.
e. Bahan pengajaran muatan lokal meliputi bahasa, nilai, adat istiadat, lingkungan geografis, ekosistem, ormas.
f. Strategi pelaksanaan mulok :
Monolitik : Tersendiri, waktu khusus
Integrative : Bersama mata pelajaran lain
Ekologis : Menggunakan lingkungan

g. Materi, pendekatan pembelajaran dan penilaian.
Materi/program : pendidikan umum, pendidikan akademis, pendidikan ketrampilan.
h. Pendekatan pembelajaran (otoaktivitas CBSA).
Siswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga guru berfungsi sebagai fasilitator saja.

DAFTAR PUSTAKA
Sutopo, Hidayat. 1986. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Bina Aksara: Jakarta.
ROFIK. 2011. Handout Pengembangan Kurikulum Jurusan Pendidikan Agama Islam. UIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Blogger Template Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Afdhol Abdul Hanaf - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger