MEDIA PEMBELAJARAN PAI (PORTOFOLIO) - Afdhol Abdul Hanaf
Headlines News :

Perhatian

makalah ini hanya sebagai panduan kawan-kawan dalam membuat makalah. sebisa mungkin untuk tidak copy paste. terimakasih
Home » » MEDIA PEMBELAJARAN PAI (PORTOFOLIO)

MEDIA PEMBELAJARAN PAI (PORTOFOLIO)

Written By Afdhol Abdul Hanaf on Rabu, 28 Agustus 2013 | Rabu, Agustus 28, 2013

BAB I
MEDIA PEMBELAJARAN
A.    Pengertian
Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Jadi dapat dikatakan bahwa secara bahasa media berarti pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis yang digunakan untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual ataupun verbal.[1]
Banyak para ahli yang mengemukakan mengenai pengertian media pembelajaran, di antaranya :
1. Fleming ( 1987: 234) mengartikan media adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya.
2). Heinich dan kawan–kawannya mengemukakan istilah medium/ media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima seperti telivisi, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan–bahan cetakan dan sejenisnya.
3). Hamijojo dalam Latuheru ( 1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan ide, gagasan atau pendapat, sehingga ide, gagasan, dan pendapat itu dapat disampaikan kepada penerima yang di tujukannya dengan lebih mudah.[2]
Secara implisit Gagne dan Briggs (1975) mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri antara lain buku, tape recorder, kaset video camera, video recorder, film slide (gambar bingkai), foto gambar, grafik, telivisi, dan computer . Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau bahan fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.[3]
B.     Landasan Teoritik
Adanya interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya akan menyebabkan timbulnya pengetahuan dan keterampilan, serta perubahan-perubahan sikap dan perilaku. Bruner (1966: 10-11) menyatakan ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung, pengalaman pictorial /gambar, dan pengalaman abstrak. Ketiganya saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengalaman yang baru.
Ada beberapa hal yang melandasi media pembelajaran, di antaranya :
a.       Landasan Religius
Dalam masalah penerapan media pendidikan agama, harus memperhatikan jiwa keagamaan pada anak didik. Faktor inilah yang menjadi sasaran media pendidikan agama yang sangat prinsipil. Dengan tanpa memperhatikan perkembangan jiwa anak atau tingkat daya fikir anak didik,  guru agama akan sulit untuk menjadi guru yang sukses.
b.      Landasan Psikologis
Landasan psikologis penggunaan media pembelajaran ialah alasan mengapa media pembelajaran dipergunakan yang ditinjau dari kondisi peserta didik dan bagaimana proses belajar itu terjadi.
c.       Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rasional penggunaan media pembelajaran yang ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran.
d.      Landasan Teknologis
Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan pebelajar untuk belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknologi-teknologi di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap pebelajar sesuai dengan karakteristiknya.
e.       Landasan Empirik
Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik pebelajar dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya bahwa pebelajar akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristiknya.
f.       Landasan Filosofis
Siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya.
C.    Ciri-Ciri Media Pembelajaran
Gerlach dan Ely mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media tersebut harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:[4]
a.        Ciri fiksatif
Ciri fiksatif mengambarkan kemampuan media dalam merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek, sehingga dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian yang terjadi pada waktu tertentu dapat ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
b.      Ciri Manipulatif
Media memiliki ciri manipulatif, artinya kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tehnik pengambilan gambar time-lapse recording. Sebagai contoh proses larva yang menjadi kepompong kemudian menjadi kupu- kupu dapat dipercepat dengan tehnik rekaman fotografi tersebut.
c.       Ciri Distributif
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian dapat ditransportasikan melalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama terhadap kejadian itu.
D.    Fungsi Media Pembelajaran
Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motifasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Levie dan lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu :[5]
a.       Fungsi atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b.      Fungsi afektif, artinya bahwa media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar .
c.       Fungsi kgnitif. Media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.       Funfsi kompensatori, adalah media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks. Di samping itu juga untuk membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton (1985;3-4) dapat memenuhi tiga fungsi utama ,yaitu memotifasi minat dan tidakan, menyajikan informasi, serta memberi instruksi. Encyclopedia of educational research dalam Hamalik (1994:15) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut :[6]
a.        Meletakkan dasar yang konkrit untuk berpikir, sehingga mengurangi verbalisme.
b.       Menambah perhatian siswa.
c.       Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, sehingga pelajaran lebih mantab.
d.      Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
e.        Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
f.       Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
g.      Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain ,dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
E.     Manfaat Media Pembelajaran
Arif S. Sadiman mengemukakan tentang manfaat media pembelajaran/ media pendidikan secara umum, yaitu:[7]
a.       Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual.
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti:
1.      Objek yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, film, model, dan lain-lain.
2.      Objek yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide, gambar, dan lain-lain.
3.      Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, dan lain-lain.
4.      Objek yang rumit (peredaran darah, dll) dapat ditampilkan melalui film, gambar, slide, video, dan lain sebagainya.
5.      Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti computer, film, maupun video.
6.       Peristiwa alam seperti gunung meletus, atau proses yang dalam kenyataan memakan waktu yang lama (cloning, dll), dapat disajikan dengan rekaman video, film, slide, dan lain sebagainya.
c.       Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik. Dalam hal media pembelajaran, tentu media berguna dalam meningkatkan kegairahan belajar sehingga peserta didik lebih bisa menerima materi yang dipelajarinya dengan lebih mudah.
d.      Memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi peserta didik terhadap isi pelajaran.
e.       Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada peserta didik tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya.
Dalam sumber lain juga disebutkan mengenai manfaat ataupun kegunaan praktis dari media pembelajaran di dalam kegiatan pembelajaran, di antaranya sebagai berikut:
a.       Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
b.      Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih  langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
c.     Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di  lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung.[8]


DAFTAR PUSTAKA


Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran.  Yogyakarta: Pedagogia.

Syamsul Hadi. Resume Media Pembelajaran karya : Prof. Dr. Azhar rsyad, M. A.



 BAB II
        BLOGGER


Alamat blog: http://persendhe.blogspot.com/

BAB III
REVIEW JURNAL

Penulis            : Maria Ulpah
Tahun             : April 2007
Judul              : Penggunaan Komputer sebagai Media Pembelajaran di
                          Perguruan Tinggi
Jurnal             : Insania
Vol.                 : Vol 12
Halaman         : 57-65

A.    Kajian Teori
Media Pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan pembelajaran merupakan proses komunikasi antara pengajar, peserta didik, dan bahan ajar.[1] Komunikasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa sarana penyampaian pesan atau media. Jadi, sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi dalam melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pendidikan.
Faharol Razi (1998) menyatakan istilah komputer dalam pengajaran dan pembelajaran diambil dari istilah asalnya yaitu Computer-Based Instruction (CBI) yang artinya pengajaran terancang berasaskan computer. Criswell (1989) juga menyatakan bahwa Pengajaran dan Pembelajaran Berbantukan Komputer (BPBK) merupakan penggunaan komputer dalam menyampaikan bahan pengajaran dan melibatkan pelajar secara aktif. Menurut Gagne dan Briggs dalam Rosenberg (2000), komputer dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena komputer memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran lain. Keistimewaan tersebut adalah :
1.      Komputer dapat menggalakkan inspirasi dan minat.
2.      Komputer membolehkan pengguna mengulangi apabila perlu untuk memperkuat lagi pembelajaran dan memperbaiki ingatan. Aktiviti pengulangan amat memerlukan kebebasan dan kreativitas daripada pelajar (Clements, 1995).
3.      Media komputer membolehkan pelajar memperoleh maklum balas dan peneguhan terhadap pembelajaran secara serta merta.[2]
B.     Metode
Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, yaitu penulis mengumpulkan sumber data primer dan sumber data sekunder kemudian dianalisis terhadap makna yang terkandung dalam buku yang didapat oleh Maria Ulpah (penulis).
C.     Isi
Komputer sebagai media pembelajaran memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dapat dimiliki oleh media yang lain. Dengan media komputer, peserta didik lebih dapat berpartisispasi secara aktif dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena komputer sangat efektif dalam menumbuhkembangkan minat dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran. Apabila peserta didik lupa, maka ia dapat mebukanya kembali dengan cara yang mudah, tidak perlu repot-repot untuk pergi mencari buku. Masih banyak keistimewan-keistimewaan yang dimiliki oleh komputer. Keistimewaan-keistimewaan tersebut diperkuat juga oleh beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran menggunakan media komputer lebih baik dibandingkan dengan pembeajaran yang menggunakan model tradisional. Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan komputer 10 menit dalam sehari menghasilkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan komputer. Dalam pembelajaran, media komputer dapat digunakan melalui beberapa model pembelajaran. Model-model ini digunakan agar nantinya peserta didik dapat menguasai materi yang diajarkannya secara lebih baik. Model-model tersebut adalah model simulasi, model latihan dan praktik, model hiperteks dan hypermedia, model latihan, dan yang terakhir adalah model permainan. Model-model ini digunakan harus sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. Dengan model-model ini pula, apa yang menjadi tujuan pendidikan akan lebih mudah tercapai.


D.    Kesimpulan
Komputer merupakan alat yang cukup strategis dalam membantu pembelajaran di perguruan tinggi, karena komputer ini memiliki banyak keistimewaan. Penggunaan media komputer dalam proses pembelajaran tidak memiliki maksud untuk menggeser media-media pembelajaran yang sudah ada sebelumnya, akan tetapi media komputer ini digunakan sebagai pelengkap dari media-media yang lain agar nantinya tujuan pendidikan yang sudah ada dapat dicapai dengan lebih mudah. Perlu diketahui juga bahwasanya disamping memiliki banyak keistimewaan, media komputer ini pasti memiliki kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan inilah yang harus diminimalisir agar nantinya media ini berguna bagi peserta didik dan menjadi manusia yang berkualitas.

BAB IV
MEDIA AUDIO REKAMAN

BAB V
SLIDE POWERPOINT

BAB VI
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PAI PPT

BAB VII
MEDIA PEMBELAJARAN (RADIO, TELEVISI, DAN SUMBER BELAJAR)
A.    Radio
Gelombang radio ditemukan pada tahun 1887 di Jerman oleh Heinrich Hertz (1857-1894) dan penemuan ini membuka jalan bagi Guglielmo Marconi (1875-1937) untuk melakukan komunikasi nirkabel pertama di tahun 1895. Sinyal radio dipancarkan menggunakan gelombang pembawa. Gelombang radio merupakan bagian dari spectrum elektromagnetik. Dengan cara ini pesan lewat radio dapat dipantulkan sehingga mencapai jarak yang amat jauh.
Pemancar radio melakukan modulasi gelombang radio agar dapat menyampaikan informasi. Dalam radio AM, ketinggian dari gelombang pembawa diubah-ubah menurut suara yang ditangkap oleh mikrofon. Dalam radio FM, frekuensi, atau jarak antara puncak gelombang radio yang diubah.
Di dunia pendidikan, hingga saat ini radio masih digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya untuk pembelajaran program pendidikan jarak jauh. Kelebihan dari media audio jenis radio ini adalah kemampuannya dalam mendistribusikan pesannya secara cepat dengan jangkauan sasaran yang sangat luas. Karakteristik lain dari media ini adalah program siaran radio dapat bersifat langsung (live) dan dapat pula bersifat rekaman (tunda).
Program radio yang sangat memungkinkan dijadikan sebagai media pebelajaran adalah program tunda, yakni bahan-bahan atau isi pesan ajarnya direkam terlebih dahulu. Melalui rekaman ini, para siswa yang berada diberbagai wilayah dapat dikondisikan terlebih dahulu oleh para gurunya. Apabila pembelajaran melalui radio dilakukan dengan cara siaran langsung, maka yang terjadi adalah kesulitan dalam mengintegrasikan jadwal siaran pembelajaran di radio dengan jadwal pembelajaran di sekolah. Kelemahan yang paling menonjol adalah sifat komunikasinya yang satu arah dan sentralistik, sehingga guru sulit untuk mengontrol proses penyampaian pesannya.[1]
Refleksi
Media pembelajaran melalui radio memanglah memiliki beberapa kelebihan. Di samping dapat digunakan untuk pendidikan jarak jauh, juga dapat digunakan oleh banyak siswa di berbagai daerah, atau dapat dikatakan jangkauannya cukup luas. Akan tetapi kita juga perlu mengetahui bagaimana kendala-kendala yang dihadapi apabila menggunakan media ini. Saya menganggap bahwa program pendidikan menggunakan media audio berupa radio ini masih kurang efektif untuk digunakan. Masih banyak kelemahan-kelemahan yang dapat ditemukan ketika melakukan proses belajar-mengajar menggunakan media ini. Kelemahan yang paling menonjol adalah komunikasinya yang hanya satu arah. Tentu saja hal ini menyebabkan hanya materi saja yang diutamakan. Dengan kata lain ranah kognitif saja yang ditonjolkan, sedangkan ranah afektif cenderung tidak dapat dilaksanakan. Padahal kita ketahui bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) lebih mementingkan ranah afektif daripada ranah kognitif. Kelemahan yang kedua adalah tidak terkontrolnya kegiatan belajar-mengajar. Para siswa tentu memiliki berbagai persoalan-persoalan yang dimilikinya sedang mereka tidak tahu mau bertanya kepada siapa. Hal ini yang kemudian menjadikan siswa tidak puas terhadap apa yang mereka pelajari. Oleh karena itu, agar media radio ini dapat digunakan secara efektif, perlu pemikiran-pemikiran yang tajam dari para ilmuwan pendidikan agar dapat memperbaiki program pendidikan menggunakan media radio ini sehingga tujuan pendidikan benar-benar bisa tercapai dan para siswa pun merasa puas.
B.     Televisi
Televisi merupakan perangkat elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Televisi hampir sama dengan film, yakni dapat didengar dan dapat dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai komentar penyiarnya. Kedua aspek tersebut secara simultan dapat didengar dan dilihat oleh pemirsa.
Dalam media pembelajaran, televisi dapat digunakan untuk proses pembelajaran. Keuntungan-keuntungan menggunakan media ini adalah:
1.      Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
2.      Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai Negara.
3.      Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
4.      Dapat mempertunjukkan banyak hal dan beraneka ragam.
5.      Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.
6.      Menarik minat anak.
7.      Masyarakat dapat berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.
Adapun kelemahan-kelemahan TV sebagai media pembelajaran sama halnya yang terjadi pada film, yakni lebih menekankan pada materi daripada proses pengembangan materi tersebut. Kekurangan lainnya adalah sifat komunikasinya yang hanya satu arah seperti halnya radio.
Apabila pembelajaran melalui televisi secara langsung, maka yang akan terjadi adalah kesulitan terintegrasikannya jadwal siaran pembelajaran di televisi dengan jadwal pembelajaran di sekolah. Sifatnya yang sentralistik ini, guru di sekolah sulit untuk mengontrol proses penyampaian pesannya.[2]
Refleksi
Penggunaan media pembelajaran menggunakan televisi tentu lebih bagus daripada menggunakan radio. Hal ini terjadi karena disamping dapat didengar, juga dapat dilihat oleh siswa sehingga mereka pun lebih bisa menerima materi yang disampaikan. Akan tetapi keterbatasan program pendidikan ini di chanel televisi membuat siswa sulit untuk mendapatkan pendidikan lewat media ini. Kita ketahui bahwa acara televise pada saat ini lebih cenderung menyiarkan hal-hal yang bersifat hiburan saja, sedangkan hal-hal yang menyangkut pendidikan sangatlah sedikit. Walaupun memang sudah ada televisi yang khusus menyiarkan program pendidikan (TV edukasi), akan tetapi ini hanya bisa dilihat oleh siswa yang menggunakan parabola. Sedangkan siswa yang hanya menggunakan antena biasa tidak dapat menikmati siaran tersebut. Di samping itu, kelemahan-kelemahan yang lain seperti halnya kelemahan yang ada pada media radio, yaitu komunikasinya yang hanya satu arah, sehingga apabila terdapat permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa, mereka tidak dapat menemukan jawabannya.
C.    Sumber Belajar
Pada hakikatnya, sumber belajar merupakan komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, tekhnik, dan lingkungan, yang mana hal tersebut dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri peserta didik dan memungkinkan terjadinya proses belajar. Untuk menjamin bahwa sumber belajar tersebut cocok digunakan, maka harus memenuhi tiga persyaratan sebagai berikut:
1.      Harus tersedia dengan cepat.
2.      Harus memungkinkan siswa untuk memacu diri sendiri.
3.      Harus bersifat individual, misalnya harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan para sisiwa dalam belajar.
Berdasarkan pada persyaratan di atas, maka sebuah sumber belajar harus berorientasi pada siswa secara individual yang berbeda dengan sumber belajar yang tradisional, yaitu suatu sumber belajar yang dibuat berdasarkan pada pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga pendidikan.[3]
1.      Manfaat Sumber Belajar
Pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran tentunya didasari atas kemanfaatan sumber-sumber belajar tersebut bagi terselenggaranya kegiatan belajar anak secara efektif. Badru Zaman dkk, (2008) dalam bukunya Media dan Sumber Belajar Siswa TK, mengemukakan manfaat atau nilai yang didapatkan dengan memanfaatkan sumber belajar itu sangat banyak, antara lain sebagai berikut:[4]
a.       Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan langsung. Anak dalam jenjang usia SD berada pada fase berfikir konkret, artinya anak pada tingkat usia tersebut belum mampu berfikir di luar batas kemampuan panca inderanya (secara abstrak). Pemberian belajar yang nyata atau konkret akan meningkatkan kebermaknaan dalam proses belajar anak.
b.      Pemanfaatan sumber belajar dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. Adakalanya guru harus menjelaskan mengenai hal-hal yang tidak mungkin untuk diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung.
c.       Menambah wawasan dan pengalaman anak. Upaya memperluas wawasan anak melalui pemanfaatan sumber belajar  juga merupakan nilai tambah yang lain dari sumber belajar. wawasan tersebut dapat diperoleh jika siswa dihadapkan dengan lingkungan sebenarnya dalam proses pembelajaran.
d.      Memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Sumber belajar juga dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Sebagai contoh informasi yang di dapat anak melalui buku bacaan majalah yang terbit tiap minggu untuk anak dan nara sumber. Selain memberikan informasi terbaru, juga akan meningkatkan minat baca anak dan terlatih untuk senentiasa haus akan informasi.
e.        Meningkatkan motivasi belajar anak. Kreativitas guru untuk memilih dan memanfaatkan berbagai sumber belajar akan mendorong anak menyenangi kegiatan belajarnya karena anak diberikan pilihan sumber pengetahuan, sumber informasi, dan sumber belajar yang beragam.
f.       Mengembangkan kemampuan berfikir anak secara lebih kritis dan positif. Dengan diberikannya berbagai alternatif sumber belajar kepada anak, kemampuan berfikir kritis anak akan semakin meningkat. Hal tersebut di tunjukkan oleh anak dengan banyak mengemukakan pertanyaan terhadap berbagai fakta, peristiwa, dan kejadian yang ditemukannya di tempat yang disediakan sebagai sumber belajar.

2.      Jenis-jenis Sumber Belajar
Vernon S. Gerlach &  Donald P. Ely (1971) menegaskan pada awalnya terdapat jenis sumber belajar, yaitu manusia, bahan, lingkungan, alat dan perlengkapan,  serta aktivitas. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:
a.       Manusia
Manusia dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Peranannya sebagai sumber belajar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah manusia atau orang yang sudah dipersiapkan khusus sebagai sumber belajar melalui pendidikan yang khusus pula, seperti guru, konselor, administrator pendidikan, tutor dan sebagainya. Kelompok Kedua yaitu manusia atau orang yang tidak dipersiapkan secara khusus untuk  menjadi seorang nara sumber akan tetapi memiliki  keahlian yang mempunyai kaitan erat dengan program pembelajaran yang akan disampaikan, misalnya dokter, penyuluh kesehatan, petani, polisi dan sebagainya.
b.      Bahan
Bahan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang membawa pesan/ informasi untuk pembelajaran. Pesan tersebut dapat dikemas dalam bentuk  buku paket, video, film, bola dunia, grafik, CD interaktif, dan sebagainya. Kelompok ini biasanya disebut dengan media pembelajaran. Demikian halnya dengan bahan ini, bahwa dalam penggunaannya untuk suatu proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi du akelompok yaitu bahan yang didesain khusus untuk pembelajaran, dan ada juga bahan/media yang dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan materi pembelajaran yang relevan.
c.       Lingkungan
Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan yang mampu memberikan pengkondisian belajar. Lingkungan ini juga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lingkungan yang didesain khusus untuk pembelajaran dan lingkungan yang dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan penyampaian materi. Yang termasuk lingkungan yang didesain khusus untuk pembelajaran adalah laboratorium, kelas, dan sejenisnya. Sedangkan  lingkungan yang dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan penyampaian materi pembelajaran, di antaranya lingkungan museum, kebun binatang, dan sejenisnya.
d.      Alat dan Perlengkapan
Sumber belajar dalam bentuk alat atau perlengkapan adalah alat dan perlengkapan yang dimanfaatkan untuk produksi atau menampilkan sumber-sumber belajar lainnya. Sebagai contoh TV yang digunakan  untuk membuat program belajar jarak jauh, komputer untuk membuat pembelajaran berbasis komputer, tape recorder untuk membuat program pembelajaran audio dalam pelajaran bahasa Inggris, dan sejenisnya.
e.       Aktivitas
Biasanya aktivitas yang dapat diajdikan sumber belajar adalah aktivitas yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, di mana didalamnya terdapat perpaduan antara metode dan teknik penyajian dengan sumber belajar lainnya yang memudahkan siswa belajar.  Seperti aktivitas dalam bentuk diskusi, mengamati, belajar tutorial, dan sejenisnya.[5]
Refleksi
Sumber belajar merupakan suatu alat yang dibutuhkan oleh siswa dalam mencari informasi dan menambah ilmu pengetahuannya. Sumber belajar ini sangat penting bagi siswa untuk mewujudkan cita-cita pendidikan saat ini. Kelima sumber belajar seperti yang disebutkan di atas (manusia, lingkungan, bahan, alat dan perlengkapan, serta aktivitas) tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Apabila salah satu di antaranya tidak ada, maka proses pendidikan pun akan terhambat dan tujuan pendidikan yang diidam-idamkan itu pun semakin sulit untuk dicapai. Sebagai contoh sumber belajar berupa manusia (guru). Tanpa adanya guru, siswa akan kesulitan dalam memahami materi-materi yang mereka pelajari. Para siswa pasti memiliki persoalan-persoalan yang harus dituntun oleh guru. Begitu juga dengan sumber belajar yang lain. Walaupun guru sudah ada, akan tetapi tidak ada alat, bahan, maupun perlengkapan yang mendukung, maka proses pendidikan pun kurang efektif. Oleh karena itu, semua sumber belajar haruslah ada di setiap lembaga pendidikan sehingga preses pendidikan berjalan dengan lancar, efektf, dan yang jelas tujuan pendidikan akan lebih mudah untuk dicapai.
D.    Pusat Sumber Belajar (PSB)
1.      Pengertian
Sumber belajar jauh lebih luas daripada perpustakaan yang berupa kumpulan media cetak saja. Wadah sumber belajar yang dimaksdud dalam komponen sistem instruksional kita sebut “Pusat Sumber Belajar” (learning resource center). Pusat Sumber Belajar adalah suatu unit dalam suatu lembaga (khususnya satuan pendidikan/universitas/perusahaan) yang berperan mendorong efektivitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan (seperti layanan media, pelatihan, konsultasi pembelajaran, dll), fungsi pengadaan/pengembangan (produksi) media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.[6]
Pusat Sumber Belajar adalah suatu unit kerja yang berfungsi memfasilitasi kebutuhan sarana proses pembelajaran baik secara hardware, software maupun human resources. PSB ada yang bersifat khusus da nada yang bersifat umum. PSB yang bersifat khusus yakni melayani kebutuhan masing-masing unit sekolah seperti perpustakaan, laboratorium sekolah seperti Lab. MIPA, Lab. Komputer Multimedia, Lab. Bahasa dan alat-alat peraga yang ada di masing-masing kelas dalam rangka memenuhi kebutuhan sistem moving class. PSB yang bersifat umum adalah sarana yang menjadi sumber belajar dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa-siswi seperti, masjid, perpustakaan umum, lahan yang luas untuk berkebun, laboratorium alam dan fasilitas internet.[7]
2.      Tujuan PSB
PSB bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan belajar-mengajar melalui pengembangan sistem instruksional. Hal ini dilaksanakan dengan menyediakan berbagai macam pilihan untuk menunjang kegiatan kelas tradisional dan untuk mendorong penggunaan cara-cara yang baru (non-tradisional), yang paling sesuai untuk mencapai tujuan program akademis dan kewajiban-kewajiban institusional yang direncanakan. Dengan demikian, jelaslah bahwa PSB mempunyai peranan yang cukup menentukan di dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar.
3.      Fungsi PSB
Berdasarkan tujuan umum dan tujuan khusus yang sudah diuraikan di atas, PSB mempunyai fungsi dan kegiatan sebagai berikut:
a.        Fungsi Pengembangan Sistem Instruksional
 Fungsi ini menolong jurusan, departemen, dan staf tenaga pengajar secara individual di dalam membuat rancangan (desain) dan pemilihan options (pilihan) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.
b.      Fungsi Pelayanan Media
Fungsi ini berhubungan dengan pembuatan rencana program media dan pelayanan pendukung yang dibutuhkan oleh staf pengajar dan pelajar.
c.       Fungsi Produksi
Fungsi ini berhubungan dengan penyediaan materi dan bahan instruksional yang tidak dapat diperoleh melalui sumber komersial.
d.      Fungsi Administratif
Fungsi ini berhubungan dengan cara-cara bagaimana tujuan dan prioritas program dapat tercapai. Fungsi ini berhubungan dengan semua segi program yang dilaksanakan dan akan melibatkan semua staf dan pemakai di dalam cara-cara yang cocok
4.      Manfaat PSB
Ada beberapa manfaat yang sangat menonjol dari Pusat Sumber Belajar (PSB), yaitu:
a.       Sebagai media informasi dan komunikasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran bagi warga satuan pendidikan dan stake holder.
b.      Sebagai wahana belajar melalui forum diskusi antara pendidik dengan siswa, antar pendidik, antar siswa, dan antar satuan pendidikan, serta antara satuan pendidikan dengan masyarakat yang terkait dengan proses pembelajaran.
c.       Sebagai media unjuk kerja berbagai inovasi dalam proses pembelajaran
Refleksi
Pusat Sumber Belajar, atau yang dikenal dengan PSB, merupakan suatu wadah dari sumber belajar itu sendiri. PSB ini ada di setiap lembaga pendidikan, seperti perpustakaan, laboraturium kimia, laboraturium fisika, laboraturium bahasa, dan lain sebagainya. Setiap lembaga pendidikan memiliki kelengkapan sumber belajar yang berbeda. Semakin banyak PSB di sekolah, maka semakin berkualitas pula sekolah tersebut. PSB ini sangat membantu siswa dalam mendalami materi sehingga ia pun akan semakin paham terhadap materi yang dipelajarinya. Di setiap PSB, terdapat staf ataupun orang yang mengelola PSB tersebut. Hal ini digunakan untuk lebih meningkatkan lagi dan mengefektifkan sumber belajar yang dimilikinya agar benar-benar dapat digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga siswa bisa lebih mudah dalam memahami materi yang ia pelajari.
  
DAFTAR PUSTAKA

Amier. Konsep Pusat Sumber Belajar.

Badru Zaman. 2008. Media dan Sumber Belajar Siswa TK. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nurul El Khalieqi. Analisis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran.

Suhanda. Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. http://www.binainsanibogor.org/.
Yudhi Munadi. 2008. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung
Persada Press.

BAB VIII
PENUTUP
(KARYA TERBAIK PENULIS)
Portofolio pengembangan media Pendidikan Agama Islam (PAI) ini merupakan karya terbaik dari penulis. Meskipun masih ada kekurangan dalam portofolio ini, akan tetapi keseluruhannya asli buatan dan karya dari penulis sendiri. Penulis juga telah berusaha semaksimal mungkin dalam pembuatannya sehingga portofolio ini dapat terselesaikan.
Pada bagian penutup ini penulis akan menyampaikan beberapa keunggulan-keunggulan dari portofolio ini secara per bab. Pada bab pertama, portofolio ini menyajikan makalah tentang media pembelajaran. Makalah ini sudah dibuat seruntut mungkin agar nantinya para pembaca dapat memahaminya dengan mudah. Dalam makalah ini dibahas mengenai pengertian media menurut beberapa ahli, landasan teoritik, ciri-ciri, serta manfaat dari media itu sendiri. Pada makalah ini juga terdapat catatan kakinya sehingga makalah yang dibuat penulis dapat dipertanggungjawabkan. Apabila para pembaca ingin mencari informasi lebih jauh mengenai media pembelajaran bisa langsung mencari ke sumber-sumber yang telah dituliskan penulis dalam daftar pustaka.
Untuk blog yang penulis lampirkan merupakan blog yang benar-benar dibuat oleh penulis. Di sini penulis melampirkan dua blog yang penulis miliki. Blog 1 berisikan tentang kumpulan dari makalah, sedangkan blog 2 menampilkan blog milik sebuah tim, akan tetapi penulislah yang membuatnya, sehingga penulis lampirkan dalam makalah ini. Untuk mengetahui tentang blog ini, silakan langsung mengunjungi ke alamat yang sudah tertera dalam portofolio ini.
Mengenai review jurnal tentang media pembelajaran, penulis mengambil tema tentang “Penggunaan Komputer sebagai Media Pembelajaran di Perguruan Tinggi”. Topik ini penulis angkat karena walaupun para dosen dan mahasiswa yang menggunakan komputer/laptop, akan tetapi dalam penggunaannya masih belum dimaksimalkan. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki media ini belum begitu dipergunakan dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karenanya penulis membedah jurnal yang ditulis oleh Maria Ulpah ini agar nantinya para pembaca bisa memaksimalkan penggunaan fasilitas komputer/laptop di dalam pembelajaran, baik di perguruan tinggi maupun di sekolah.
Yang tidak kalah menarik dalam portofolio ini adalah media audio berupa rekaman. Media audio ini bukanlah hasil download dari internet, akan tetapi murni buatan penulis. Memang masih banyak kekurangan dalam media audio ini, karena memang peralatan yang terbatas serta alat rekamannya yang hanya menggunakan hp dengan kualitas yang masih dibilang rendah. Akan tetapi media audio ini berusaha dibuat oleh penulis agar para pendengar, khususnya peserta didik dapat menyadari akan kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya sehingga ia bertaubat kepada Allah SWT. Di samping sebagai media pembelajaran, audio ini juga bisa dijadikan sebagai renungan bagi pendengar untuk berinstrospeksi diri.
Portofolio ke-5 yang dibuat oleh penulis adalah slide powerpoint. Slide powerpoint ini penulis buat sedemikian rupa agar menjadi semenarik mungkin. Perpaduan warna yang pas serta gambar yang seseuai membuat materi ataupun pesan yang ada dalam slide ini bisa tersampaikan oleh pembaca. Meskipun begitu penulis tetap yakin masih ada kekurangan dalam slide powerpoint ini, sehingga kritik dan saran dari pembaca selalu penulis harapkan.
Portofolio yang keenam juga menggunakan media powerpoint, akan tetapi lebih dikhususkan untuk pembelajaran mandiri. powerpoint ini dilengkapi dengan video, sehingga pembaca (peserta didik) bisa lebih memahami materi yang ada. Powerpoint ini juga menggunakan tema-tema yang menarik agar nantinya para pembaca tidaklah bosan membuka powerpoint ini.
Dalam mengefektifkan media pembelajaran yang ada, penulis kembali menyampaikan makalahnya dalam portofolio ini dengan pokok bahasan radio pendidikan, televisi pendidikan, sumber belajar, dan pusat sumber belajar. Walaupun makalah ini tidak terlalu banyak akan tetapi isinya sudah mencakup keseluruhannya. Penulis berusaha menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca, sehingga dapat menguasai materi yang sudah penulis sampaikan.
Khusus untuk elearning, penulis belum bisa memaksimalkan dan meneruskannya dikarenakan terjadinya trouble, sehingga penulis tidak dapat melengkapi berbagi fasilitas seperti materi-materi, video, forum diskusi, dan lain-lain. Oleh karena itu, penulis tidak bisa melampirkan printscreennya dalam portofolio ini.
Untuk yang terakhir perlu penulis sampaikan bahwa walaupun portofolio ini merupakan karya terbaik penulis, akan tetapi tentu masih banyak kelemahan-kelemahan yang ada. penulis hanyalah bisa membuat portofolio ini sesuai dengan kemampuan penulis. Yang  jelas, sebisa mungkin penulis membuat portofolio ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat dinikmati oleh para pembaca dengan senang. Walaupun untuk elearning terdapat problem yang tidak dapat dipungkiri (trouble) sehingga tidak dapat menyempurnakannya, akan tetapi Alhamdulillah dengan izin Allah SWT portofolio ini telah jadi. 


[1] Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), halaman 74.
[2] Ibid, halaman 142.
[3] Ibid, halaman 213.
[4] Badru Zaman, Media dan Sumber Belajar Siswa TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008, hlm 35.
[5] Nurul El Khalieqi, Analisis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran, http://nurul.blogspot.com/analisis-sumber-belajar-dan-media.html, diakses pada tanggal 31 Desember 2012 pukul 16.14.
[6] Amier, Konsep Pusat Sumber Belajar, http://amierkamboja88.wordpress.com/2010/04/28/konsep-pusat-sumber-belajar-psb/, diakses pada tanggal 20 Desember 2012 pukul 20.13.
[7]Suhanda, Pengelolaan Pusat Sumber Belajar, http://www.binainsanibogor.org/, diakses pada tanggal 20 Desember 2012 pukul 20.16.



[1] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi edukatif:Suatu Pendekatan Teoritis dan Psikologis, (Jakarta:Rineka Cipta, 2005), hal. 211.
[2] Abdul Wahab Ismail Gani dkk, Penggunaan Komputer dalam Pengajaran-Pembelajaran dalam Kalangan Guru Sekolah Menengah:Satu Kajian Kes di Pulau Minang, pdfsb.com, diakses pada hari Kamis, 4 Oktober 2012 pukul 20.50.  


[1] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), halaman 28 dan 29.
[2] Syamsul Hadi, Resume Media Pembelajaran karya : Prof. Dr. Azhar rsyad, M. A. file:///H:/kumpulanmakalahRESUMEMEDIAPEMBELAJARANKaryaPROF.DRAZHARARSYADM.A..htm, diakses pada tanggal 27 September 2012 pukul 18.39.
[3] Ibid.
[4] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), halaman 35
[5] Ibid, halaman 38.
[6] Syamsul Hadi, Resume Media Pembelajaran karya : Prof. Dr. Azhar rsyad, M. A. file:///H:/kumpulanmakalahRESUMEMEDIAPEMBELAJARANKaryaPROF.DRAZHARARSYADM.A..htm, diakses pada tanggal 27 September 2012 pukul 18.39.
[7] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), halaman 40.
[8] Media Pembelajaran, file:///H:/MediaPembelajaranSatuLagi.Com.htm, diakses pada tanggal 27 September 2012 pukul 18.48.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Blogger Template Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Afdhol Abdul Hanaf - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger