Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran - Afdhol Abdul Hanaf
Headlines News :

Perhatian

makalah ini hanya sebagai panduan kawan-kawan dalam membuat makalah. sebisa mungkin untuk tidak copy paste. terimakasih
Home » » Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Written By Afdhol Abdul Hanaf on Rabu, 09 Oktober 2013 | Rabu, Oktober 09, 2013

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Satuan Pendidikan      : SMP N 1 Pengasih
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Materi                          : Zakat
Kelas                           : VIII
Semester                      : Gasal
Pertemuan ke              : 5
Alokasi waktu             : 2x40 menit (1x pertemuan)
I.                   Standar Kompetensi
Memahami, menganalisis, mengaplikasikan, dan mengamalkan membayar zakat dalam kehidupan
II.                Kompetensi Dasar
a.       Menjelaskan pengertian zakat.
b.      Menganalisis perintah zakat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 43.
c.       Mengaplikasikan isi kandungan Q.S Al-Baqarah ayat 43 tentang zakat.
d.      Mengamalkan perilaku membayar zakat, mengelola zaakat, dan saling tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.
III.             Indikator Pencapaian Kompetensi
a.       Menjelaskan pengertian zakat.
b.      Membaca Q.S Al-Baqarah ayat 43 tentang zakat.
c.       Mengidentifikasi kedudukan antara shalat dan zakat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 43.
d.      Mendiskusikan syarat dan ketentuan membayar zakat.
e.       Membandingkan perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal
f.       Menyatakan pendapat akan pentingnya membayar zakat, baik bagi diri sendiri maupun bagi kehidupan sosial.
g.      Mengaitkan dampak yang terjadi apabila seseorang tidak membayar zakat.
h.      Menerapkan pola perilaku membayar zakat, mengelola zakat, dan saling tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.
IV.             Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi zakat dengan strategi the study group dan modelling the way yang didukung media handout dan kertas HVS siswa dapat:
a.       Menjelaskan pengertian zakat.
b.      Menganalisis perintah zakat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 43.
c.       Mengaplikasikan isi kandungan Q.S Al-Baqarah ayat 43 tentang zakat.
d.      Mengamalkan pola perilaku membayar zakat, mengelola zakit, dan saling tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.
V.                Karakter
a.       Spiritual
b.      Peduli sosial
c.       Tanggung jawab
d.      Disiplin
VI.             Materi Ajar/Materi Pembelajaran
Zakat
Cakupan :
a.       Pengertian zakat
b.      Isi kandungan Q.S Al-Baqarah ayat 43 tentang zakat.
c.       Kedudukan antara shalat dan zakat.
d.      Syarat dan ketentuan membayar zakat.
e.       Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal/harta.
f.       Pentingnya membayar zakat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
g.      Dampak yang terjadi apabila seseorang tidak membayar zakat.
VII.          Pendekatan/Strategi Pembelajaran
a.       Pendekatan     : etis, rasional, pengamalan, dan cooperative learning.
b.      Strategi            : The study group dan modelling the way.
VIII.       Kegiatan Pembelajaran I
a.       Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.      Peserta didik mendapatkan motivasi dari guru agar dapat berkonsentrasi penuh dalam pembelajaran.
2.      Peserta didik mendapatkan pertanyaan dari guru mengenai materi sebelumnya.
3.      Peserta didik mendapatkan gambaran mengenai materi tentang zakat.
4.      Peserta didik mendapatkan penjelasan dari guru mengenai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
b.      Kegiatan Inti (55 menit)
Eksplorasi
1.      Peserta didik membaca dan menjelaskan hukum bacaan Q.S Al-Baqarah ayat 43.
2.      Beberapa dari peserta didik mengartikan per kata Q.S Al-Baqarah ayat 43.
3.      Peserta didik membentuk menjadi tiga kelompok sesuai dengan instruksi guru.
4.      Setiap kelompok mendapatkan materi tentang zakat berupa handout, yang mana setiap kelompok mendapatkan materi berbeda-beda. Kelompok pertama mendapatkan materi tentang pengertian zakat fitrah dan zakat mal, kelompok dua mendapatkan materi tentang kedudukan zakat dibandingkan dengan ibadah shalat, sedangkan kelompok tiga mendapatkan materi tentang syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal.
Elaborasi
1.      Setiap kelompok mendiskusikan dan mengkritisi handout yang telah diberikan oleh guru.
2.      Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian dengan cara menunjuk salah satu wakil kelompok sebagai presentatornya.
3.      Kelompok yang tidak presentasi dapat memberikan tanggapan maupun pertanyaan kepada kelompok yang presentasi apabila masih belum jelas.
4.      Setiap kelompok kembali berdiskusi untuk mengidentifikasi manfaat zakat dan dampak apabila tidak membayar zakat, baik bagi individu maupun bagi kehidupan sosial. Adapun cara mengidentifikasinya dengan menganalisis kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal peserta didik (orang tua, saudara,tetangga, dan lain-lain)
5.      Salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan kembali hasil diskusinya secara bergantian. Kelompok yang tidak presentasi dapat menanyakan dan menanggapi kepada kelompok yang presentasi apabila belum jelas.
Konfirmasi.
1.      Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah berani mempresentasikan hasil diskusinya.
2.      Setiap kelompok mengungkapkan perasaannya ketika mereka telah mengetahui manfaat membayar zakat dan dampak apabila tidak membayar zakat.
3.      Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar selalu menjaga hubungan sosial, suka tolong-menolong, dan menumbuhkan sikap toleransi.
c.       Kegiatan Penutup (15 menit)
1.      Setiap kelompok membuat sebuah drama yang berkaitan dengan tema “pentingnya tolong-menolong” yang kemudian ditampilkan di depan kelas secara bergantian.
2.      Peserta didik mendapatkan kesimpulan dari guru mengenai materi yang telah dipelajari.
3.      Peserta didik mendapatkan pertanyaan dari guru sebagai bentuk evaluasi kemampuan kognitifnya agar dapat diukur sejauh mana pemahaman dari materi yang telah dipelajari.
4.      Peserta didik mendapatkan tugas rumah dari guru tentang pengalaman siswa yang berkaitan dengan zakat.
5.      Peserta didik mendapatkan informasi dari guru mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
IX.             Media dan Sumber Belajar
a.       Media              : handout dan kertas HVS.
b.      Sumber            :
-          Fadhillah Harahap, Makalah Zakat, http://www.slideshare.net/fadhillahh arahap/makalah-zakat, diakses pada tanggal 25 Juni 2013.
-          Idzatul Khair, Ringkasan Materi Lebih Mengenal Syariat Zakat, http://idzaatulkhoirfm.blogspot.com/2011/05/ringkasan-materi-lebih-mengenal-syariat.html, diakses pada tanggaal 25 Juni 2013.
-          Askarullah Ghafar, Materi Zakat, http://askar01.blogspot.com/2012/12/ materi-zakat.html, Diakses pada tanggal 25 Juni 2013.
X.                Penilaian Hasil Belajar
a.      Tes knowing
Pilihlah jawaban di bawah ini dengan memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1.    Dalam Al-Qur’an,perintah zakat selalu digandengkan dengan perintah .....
a.    Shalat
b.    Haji
c.    Puasa
d.   Jihad
e.    Syahadad
Jawab : A
2.    Menunaikan zakat memiliki arti ....
a.    tangan berada di atas
b.    tangan di bawah
c.    tangan di lipat.
d.   tangan di kanan
e.    tangan di kiri
Jawab: A
3.    ZIS ádalah singkatan dari ……..
a.         zuhud, iman, syahad
b.        zakat, infak, shodaqoh
c.         infaq, shodaqoh, zakat
d.        shodaqoh, infaq, zakat
e.         zakat, shodaqoh, infaq  
Jawab: B
4.    Berikut ini termasuk infak wajib .....
a.       Zakat
b.      Wakaf
c.       Shodaqoh
d.      Zariyah
e.       Kotak amal
Jawab: A
5.    Berikut ini syarat-syarat yang wajib dizakati, kecuali ......
a.       menjadi milik sempurna
b.      harta tersebut dapat berkembang
c.       sudah mencapai nisab
d.      milik bersama
e.       mencapai haul
Jawab: D
b.      Tugas Rumah
Tes feeling
Apa yang anda rasakan ketika anda menolong teman anda dan apa yang anda rasakan ketika anda tidak menolong ketika teman anda sedang membutuhkan, bahkan sering jail kepada teman!
Tes doing
1.      Tulislah pengalaman pribadi anda mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan zakat. Kontribusi apa yang anda berikan!
2.      Apa yang akan anda lakukan ketika ada seseorang yang kaya raya akan tetapi tidak pernah mengeluarkan zakat?
3.      Apa yang akan anda lakukan terhadap orang lain ketika suatu saat anda menjadi orang yang kaya?
4.      Kegiatan-kegiatan apa yang anda lakukan sampai saat ini kaitannya dengan zakat?



Mengetahui,
Kepala SMP N 1 Pengasih



Yogi Pramesti Utomo, M. Ag.
NIP : 19640116  198901  1  052

Pengasih, 28 Juni 2013
Guru Mata Pelajaran



Afdhol Abdul Hanaf, S. Pd. I.
NIP : 19920126   201101   1  051

LAMPIRAN
A.    Pengertian Zakat
Menurut Bahasa(lughat), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10) Menurut Hukum Islam (istilah syara’), zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy) Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.
B.     Kedudukan Zakat
Sejak jaman kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW, masyarakat Islam telah diperintahkan untuk membayar zakat dalam rangka meningkatkan perekonomian umat. Perintah zakat fitrah dan zakat harta tetap berlaku sampai saat ini dan makin terasa manfaatnya bagi usaha peningkatan perekonomian suatu bangsa. Hikmah zakat meliputi dimensi sosial dan dimensi ekonomi suatu bangsa.  Demikian pentingnya perintah membayarkan zakat bagi umat Islam sehingga Al-Quran menuliskan dalam 27 ayat yang mensejajarkan zakat dengan perintah sholat. Salah satu ayat tersebut adalah Surat Al-Baqarah ayat 43.
(#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨9$# (#qãèx.ö$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ

Artinya:
“Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.” (Q.S Al-Baqarah: 43)
 Sholat merupakan tiang agama. Dari kesejajaran perintah zakat dan shalat di atas kita bisa memaknai bahwa zakat juga merupakan salah satu tiang agama. Zakat mampu memperkokoh kehidupan masyarakat Islam sehingga tercapai kesejahteraan dan solidaritas bersama. Zakat produktif menjadi modal penting dalam pembangunan masyarakat Islami berdasarkan hukum Islam. Zakat juga mampu meningkatkan jumlah lapangan kerja sehingga perekonomian masyarakat bergerak menuju ke arah yang lebih baik.


C.    Syarat Wajib Zakat
a.    Zakat Fitrah
Zakat fitrah hukumnya wajib apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Islam, orang yang tidak beragama Islam tidak wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah.
2.      Orang itu ada sewaktu terbenam matahari.
·      Apabila seseorang meninggal sebelum matahari terbenam pada hari terakhir bulan ramadhan, maka tidaklah wajib zakat baginya (wali tidak membayarkan fitrahnya). Sedangkan apabila seseorang itu meninggal sesudah matahari terbenam pada hari terakhir sesudah masuk bulan ramadhan, maka keluarganya wajib mebayarkan fitrah untuknya.
·      Apabila seseorang bayi lahir sebelum terbenam matahari pada hari penghabisan bulan ramadhan, maka orang tuanya wajib membayarkan fitrah untuknya. Sedangkan apabila seorang bayi lahir sesudah terbenam matahari (sudah masuk bulan syawal) maka tidak wajib orang tuanya membayarkan fitrah untuknya.
3.      Mempunyai kelebihan harta selain untuk memnuhi keperluan dirinya dan yang wajib dinafkahinya.
b.    Zakat Harta/Mal
Sedangkan syarat wajib zakat mal adalah sebagai berikut
1.    Islam
2.    Merdeka
3.    Berakal dan baligh
4.    Memliki nisab
Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah:
štRqè=t«ó¡our #sŒ$tB tbqà)ÏÿZムÈ@è% uqøÿyèø9$# 3 šÏ9ºxx. ßûÎiüt7ムª!$# ãNä3s9 ÏM»tƒFy$# öNà6¯=yès9 tbr㍩3xÿtFs?
“dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (Q.S Al-Baqarah: 219)
Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:
1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.
2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
D.    Manfaat Zakat
1.    Dapat meningkatkan rasa syukut kepada Allah swt yang telah memberikan rahmat, karunia, dan hidayah- Nya
2.    Dapat membersihkan diri dari sifar kikir dan tamak yang ada pada diri manusia.
3.    Dapat menumbuhkan sifat tolong menolong dengan sesama umat Islam.
4.    Dapat membiasakan diri untuk disiplin dalam melaksanakan semua perintah Allah swt dalam rangka membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela.
5.    Dapat menumbuhkan sifat kasih sayang yang tinggi terhadap sesama manusia.
6.    Dapat membersihkan saum Ramadan yang kita kerjakan dari hal-hal yang dapat mengurangi atau menghilangkan nilai pahalanya (zakat fitrah).
E.     Tujuan Zakat
1.    Mengangkat derajat fakir miskin.
2.    Membantu memecahkan masalah para gharimin, ibnu sabil, dan mustahik lainnya.
3.    Membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat.
4.    Menghilangkan sifat kikir dan loba para pemilik harta.
5.    Menghilangkan sifat iri dan dengki (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin.
6.    Menjembatani jurang antara si kaya dan si miskin dalam masyarakat.
7.    Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama pada orang yang memiliki harta.
8.    Mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain.
9.    Sarana pemerataan pendapatan untuk mencapai keadilan sosial.
F.     Ancaman Apabila tidak Membayar Zakat
Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :”Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu” (At Taubah : 34-35).
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : “Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat.” (Ali Imron : 180). Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka.” (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)
Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat. Juga sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain : “Barang siapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: “Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu”. Kemudian beliau membaca ayat: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya, menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat.” (HR. Bukhori Kitab Zakat 3:268 no.1403 dari hadits abu Hurairah; Muslim Kitab Zakat 7:74 no. 2294).
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Blogger Template Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Afdhol Abdul Hanaf - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger